=))

Wednesday, November 28, 2012

‎9 Penemuan Orang Islam Yang Mengkagumkan






Kita selalu dimomokkkan apa ilmu yang hebat dihasilkan dari orang Barat, malah dari Jepun juga sehingga kita terlupa bahawa sebenarnya orang-orang Islam dahulu adalah lebih banyak membuat penemuan hebat dalam sains dan teknologi mendahului Barat. Tahukan anda bahawa kehidupan moden kita masakini adalah tak lepas dari penemuan-penemuan ilmuwan muslim.

Inilah penemuan muslim yang luar biasa:

1. Pembedahan

Sekitar tahun 1000, seorang doktor Islam, Al Zahrawi menerbitkan 1500 halaman ensiklopedia bergambar tentang operasi bedah yang digunakan di Eropah sebagai rujukan perubatan selama lebih dari 500 tahun. Diantara banyak penemuan, Zahrawi yang menggunakan larutan usus kucing menjadi benang jahitan, sebelum menangani operasi kedua untuk memindahkan jahitan pada luka. Dia juga yang dikatakan menciptakan sepasang alat pembedahan.

2. Kopi

Saat ini warga dunia meminum sajian khas tersebut tetapi, kopi pertama kali dibuat di Yaman pada sekitar abad ke-9. Pada awalnya kopi membantu kaum sufi tetap terjaga ibadah larut malam. Kemudian dibawa ke Qairo oleh sekelompok pelajar yang kemudian kopi disukai oleh seluruh kerajaan. Pada abad ke-13 kopi menyeberang ke Turki, tetapi baru pada abad ke-16 ketika kacang mulai direbus di Eropah, kopi dibawa ke Itali oleh pedagang Venice .

3. Mesin Terbang

Abbas ibn Firnas adalah orang pertama yang mencuba membina sebuah pesawat terbang dan menerbangkannya. Di abad ke-9 dia mereka sebuah perangkat sayap dan secara khusus berbentuk kostum burung. Dalam percubaannya yang terkenal di Cordoba Sepanyol, Firnas terbang tinggi untuk beberapa saat sebelum kemudian jatuh ke tanah dan mematahkan tulang belakangnya. Rekaannya yang dibuatnya secara tidak terduga menjadi inspirasi bagi seniman Italia Leonardo da Vinci ratusan tahun kemudian.

4. Universiti

Pada tahun 859 seorang puteri muda bernama Fatima al-Firhi mendirikan sebuah universiti tingkat pertama di Fez Maroko. Saudara perempuannya Miriam mendirikan masjid indah secara bersamaan menjadi masjid dan universiti al-Qarawiyyin dan terus beroperasi selama 1.200 tahun kemudian. Hassani mengatakan dia berharap orang akan ingat bahwa belajar adalah inti utama tradisi Islam dan cerita tentang al-Firhi bersaudara akan menginspirasi wanita muslim di mana pun di dunia.

5. Aljabar

Kata aljabar berasal dari judul kitab pakar matematik terkenal Parsi abad ke-9 ‘Kitab al-Jabr Wal-Mugabala’, yang diterjemahkan ke dalam buku ‘The Book of Reasoning and Balancing’. Membangun akar sistem Yunani dan Hindu, aljabar adalah sistem yang mempersatukan untuk nombor rasional, nombor tidak rasional dan gelombang magnitud. Pakar Matematik Islam yang lainnya Al-Khawarizmi juga yang pertama kali memperkenalkan konsep angka menjadi bilangan yang boleh menjadi kekuatan.

6. Optik

“Banyak kemajuan penting dalam pembelajaran optik datang dari dunia Islam” ujar Hassani. Diantara tahun 1,000 SM, Al-Haitham membuktikan bahawa manusia melihat objek dari refleksi cahaya dan masuk ke mata, bertentangan dengan teori Euclid dan Ptolemy bahawa cahaya dihasilkan dari dalam mata sendiri. Ahli Fizik hebat Islam yang lainnya juga menemui fenomena pengukuran kamera di mana dijelaskan bagaimana mata gambar dapat terlihat dengan hubungan antara optik dan otak.

7. Muzik

Pemuzik muslim kelihatan signifikan di Eropah. Di antara banyak instrumen yang hadir ke Eropah melalui timur tengah adalah gambus dan rahab, nenek moyang biola. Skala not muzik modern juga dikatakan berasal dari alfabet Arab.

8. Berus Gigi

Menurut Hassani, Nabi Muhammad SAW mempopularkan penggunaan berus gigi pertama kali pada tahun 600. Menggunakan ranting pohon Siwak, untuk membersihkan gigi dan menyegarkan nafas. Bahan kandungan di dalam Siwak juga digunakan dalam ubat gigi moden.

9. Takal / Crank

Banyak dasar sistem otomatik moden pertama kali berasal dari dunia Islam, termasuk pemutar yang menghubungkan sistem. Dengan menukarkan gerakan memutar dengan gerakan lurus, pemutar memungkinankan objek berat terangkat relatif lebih mudah. Teknologi tersebut ditemukan oleh Al-jazari pada abad ke-12, kemudian digunakan dalam penggunaan basikal hingga kini.

Sebarkan artikel ini untuk menunjukkan kehebatan Islam, semoga ada dari anak cucu kita berjaya mencipta sesuatu yang baru dan tidak terlalu tunduk dengan momokan orang Barat.

Saturday, June 9, 2012

MUHASABAH CINTAKU





Wahai... Pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dariMu
Kupasrahkan semua padaMu

Tuhan... Baru ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini kuharapkan cintaMu

Reff. :
Kata-kata cinta terucap indah
Mengalun berzikir di kidung doaku
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya ilahi....
Muhasabah cintaku...

Tuhan... Kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku denganMu

"perasaan bile dengar lagu nie...ya Allah.....sesungguhnya engkaulah yang amat aku cintai....ya Allah..kekalkan lah rasa cinta ku ini kepada mu...sesungguhnya engkaulah mempunyai cinta teragung...andaikan engkau labuhkan rasa cinta dihati ku...biar la cinta ku kepada-Mu melebihi cinta ku kepada makhluk-Mu ya Allah...sesungguhnya aku insan yang ketandusan cinta dari-Mu Ya Rabb...sesungguhnya...ujian yang engkau hadirkan kepada insan yang lemah ini adalah rasa cinta teragung dari-Mu Ya Rahim...terima kasih Ya Tuhanku...kerana sehingga detik ini engkau masih meminjamkan nyawa ini...sesungguhnya engkau sentiasa memberi peluang untuk hamba-Mu bertaubat kepada-Mu...sesungguhnya aku insan yang lemah yang sentiasa memerlukan kasih dan sayang-Mu Ya Allah..."

Friday, June 8, 2012

IMAM BUKHARI




Kelahiran dan Masa Kecil Imam Bukhari
Imam Bukhari (semoga Allah merahmatinya) lahir di Bukhara, Uzbekistan, Asia Tengah. Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Badrdizbah Al-Ju’fiy Al Bukhari, namun beliau lebih dikenal dengan nama Bukhari. Beliau lahir pada hari Jumat, tepatnya pada tanggal 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M). Kakeknya bernama Bardizbeh, turunan Persi yang masih beragama Zoroaster. Tapi orangtuanya, Mughoerah, telah memeluk Islam di bawah asuhan Al-Yaman el-Ja’fiy. Sebenarnya masa kecil Imam Bukhari penuh dengan keprihatinan. Di samping menjadi anak yatim, juga tidak dapat melihat karena buta (tidak lama setelah lahir, beliau kehilangan penglihatannya tersebut). Ibunya senantiasa berusaha dan berdo’a untuk kesembuhan beliau. Alhamdulillah, dengan izin dan karunia Allah, menjelang usia 10 tahun matanya sembuh secara total.
Imam Bukhari adalah ahli hadits yang termasyhur diantara para ahli hadits sejak dulu hingga kini bersama dengan Imam Ahmad, Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah. Bahkan dalam kitab-kitab fiqih dan hadits, hadits-hadits beliau memiliki derajat yang tinggi. Sebagian menyebutnya dengan julukan Amirul Mukminin fil Hadits (Pemimpin kaum mukmin dalam hal Ilmu Hadits). Dalam bidang ini, hampir semua ulama di dunia merujuk kepadanya.
Tempat beliau lahir kini termasuk wilayah Rusia, yang waktu itu memang menjadi pusat kebudayaan ilmu pengetahuan Islam sesudah Madinah, Damaskus dan Bagdad. Daerah itu pula yang telah melahirkan filosof-filosof besar seperti al-Farabi dan Ibnu Sina. Bahkan ulama-ulama besar seperti Zamachsari, al-Durdjani, al-Bairuni dan lain-lain, juga dilahirkan di Asia Tengah. Sekalipun daerah tersebut telah jatuh di bawah kekuasaan Uni Sovyet (Rusia), namun menurut Alexandre Benningsen dan Chantal Lemercier Quelquejay dalam bukunya “Islam in the Sivyet Union” (New York, 1967), pemeluk Islamnya masih berjumlah 30 milliun. Jadi merupakan daerah yang pemeluk Islam-nya nomor lima besarnya di dunia setelah Indonesia, Pakistan, India dan Cina.
Keluarga dan Guru Imam Bukhari
Bukhari dididik dalam keluarga ulama yang taat beragama. Dalam kitab As-Siqat, Ibnu Hibban menulis bahwa ayahnya dikenal sebagai orang yang wara’ dalam arti berhati-hati terhadap hal-hal yang hukumnya bersifat syubhat (ragu-ragu), terlebih lebih terhadap hal-hal yang sifatnya haram. Ayahnya adalah seorang ulama bermadzhab Maliki dan merupakan mudir dari Imam Malik, seorang ulama besar dan ahli fikih. Ayahnya wafat ketika Bukhari masih kecil.
Perhatiannya kepada ilmu hadits yang sulit dan rumit itu sudah tumbuh sejak usia 10 tahun, hingga dalam usia 16 tahun beliau sudah hafal dan menguasai buku-buku seperti “al-Mubarak” dan “al-Waki”. Bukhari berguru kepada Syekh Ad-Dakhili, ulama ahli hadits yang masyhur di Bukhara. Pada usia 16 tahun bersama keluarganya, ia mengunjungi kota suci Mekkah dan Madinah, dimana di kedua kota suci itu beliau mengikuti kuliah para guru-guru besar ahli hadits. Pada usia 18 tahun beliau menerbitkan kitab pertamanya “Qudhaya as Shahabah wat Tabi’ien” (Peristiwa-peristiwa Hukum di zaman Sahabat dan Tabi’ien).
Bersama gurunya Syekh Ishaq, beliau menghimpun hadits-hadits shahih dalam satu kitab, dimana dari satu juta hadits yang diriwayatkan oleh 80.000 perawi disaring lagi menjadi 7275 hadits. Diantara guru-guru beliau dalam memperoleh hadits dan ilmu hadits antara lain adalah Ali bin Al Madini, Ahmad bin Hanbali, Yahya bin Ma’in, Muhammad bin Yusuf Al Faryabi, Maki bin Ibrahim Al Bakhi, Muhammad bin Yusuf al Baykandi dan Ibnu Rahwahih. Selain itu ada 289 ahli hadits yang haditsnya dikutip dalam kitab Shahih-nya.
Kejeniusan Imam Bukhari
Bukhari diakui memiliki daya hapal tinggi, yang diakui oleh kakaknya Rasyid bin Ismail. Kakak sang Imam ini menuturkan, pernah Bukhari muda dan beberapa murid lainnya mengikuti kuliah dan ceramah cendekiawan Balkh. Tidak seperti murid lainnya, Bukhari tidak pernah membuat catatan kuliah. Ia sering dicela membuang waktu karena tidak mencatat, namun Bukhari diam tak menjawab. Suatu hari, karena merasa kesal terhadap celaan itu, Bukhari meminta kawan-kawannya membawa catatan mereka, kemudian beliau membacakan secara tepat apa yang pernah disampaikan selama dalam kuliah dan ceramah tersebut. Tercenganglah mereka semua, lantaran Bukhari ternyata hafal di luar kepala 15.000 hadits, lengkap dengan keterangan yang tidak sempat mereka catat.
Ketika sedang berada di Bagdad, Imam Bukhari pernah didatangi oleh 10 orang ahli hadits yang ingin menguji ketinggian ilmu beliau. Dalam pertemuan itu, 10 ulama tersebut mengajukan 100 buah hadits yang sengaja “diputar-balikkan” untuk menguji hafalan Imam Bukhari. Ternyata hasilnya mengagumkan. Imam Bukhari mengulang kembali secara tepat masing-masing hadits yang salah tersebut, lalu mengoreksi kesalahannya, kemudian membacakan hadits yang benarnya. Ia menyebutkan seluruh hadits yang salah tersebut di luar kepala, secara urut, sesuai dengan urutan penanya dan urutan hadits yang ditanyakan, kemudian membetulkannya. Inilah yang sangat luar biasa dari sang Imam, karena beliau mampu menghafal hanya dalam waktu satu kali dengar.
Selain terkenal sebagai seorang ahli hadits, Imam Bukhari ternyata tidak melupakan kegiatan lain, yakni olahraga. Ia misalnya sering belajar memanah sampai mahir, sehingga dikatakan sepanjang hidupnya, sang Imam tidak pernah luput dalam memanah kecuali hanya dua kali. Keadaan itu timbul sebagai pengamalan sunnah Rasul yang mendorong dan menganjurkan kaum Muslimin belajar menggunakan anak panah dan alat-alat perang lainnya.
Karya-karya Imam Bukhari
Karyanya yang pertama berjudul “Qudhaya as Shahabah wat Tabi’ien” (Peristiwa-peristiwa Hukum di zaman Sahabat dan Tabi’ien). Kitab ini ditulisnya ketika masih berusia 18 tahun. Ketika menginjak usia 22 tahun, Imam Bukhari menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci bersama-sama dengan ibu dan kakaknya yang bernama Ahmad. Di sanalah beliau menulis kitab “At-Tarikh” (sejarah) yang terkenal itu. Beliau pernah berkata, “Saya menulis buku “At-Tarikh” di atas makam Nabi Muhammad SAW di waktu malam bulan purnama”.
Karya Imam Bukhari lainnya antara lain adalah kitab Al-Jami’ ash Shahih, Al-Adab al Mufrad, At Tharikh as Shaghir, At Tarikh Al Awsat, At Tarikh al Kabir, At Tafsir Al Kabir, Al Musnad al Kabir, Kitab al ‘Ilal, Raf’ul Yadain fis Salah, Birrul Walidain, Kitab Ad Du’afa, Asami As Sahabah dan Al Hibah. Diantara semua karyanya tersebut, yang paling monumental adalah kitab Al-Jami’ as-Shahih yang lebih dikenal dengan nama Shahih Bukhari.
Dalam sebuah riwayat diceritakan, Imam Bukhari berkata: “Aku bermimpi melihat Rasulullah saw., seolah-olah aku berdiri di hadapannya, sambil memegang kipas yang kupergunakan untuk menjaganya. Kemudian aku tanyakan mimpi itu kepada sebagian ahli ta’bir, ia menjelaskan bahwa aku akan menghancurkan dan mengikis habis kebohongan dari hadits-hadits Rasulullah saw. Mimpi inilah, antara lain, yang mendorongku untuk melahirkan kitab Al-Jami’ As-Sahih.”
Dalam menghimpun hadits-hadits shahih dalam kitabnya tersebut, Imam Bukhari menggunakan kaidah-kaidah penelitian secara ilmiah dan sah yang menyebabkan keshahihan hadits-haditsnya dapat dipertanggungjawabkan. Ia berusaha dengan sungguh-sungguh untuk meneliti dan menyelidiki keadaan para perawi, serta memperoleh secara pasti kesahihan hadits-hadits yang diriwayatkannya.
Imam Bukhari senantiasa membandingkan hadits-hadits yang diriwayatkan, satu dengan lainnya, menyaringnya dan memilih mana yang menurutnya paling shahih. Sehingga kitabnya merupakan batu uji dan penyaring bagi hadits-hadits tersebut. Hal ini tercermin dari perkataannya: “Aku susun kitab Al Jami’ ini yang dipilih dari 600.000 hadits selama 16 tahun.”
Banyak para ahli hadits yang berguru kepadanya, diantaranya adalah Syekh Abu Zahrah, Abu Hatim Tirmidzi, Muhammad Ibn Nasr dan Imam Muslim bin Al Hajjaj (pengarang kitab Shahih Muslim). Imam Muslim menceritakan : “Ketika Muhammad bin Ismail (Imam Bukhari) datang ke Naisabur, aku tidak pernah melihat seorang kepala daerah, para ulama dan penduduk Naisabur yang memberikan sambutan seperti apa yang mereka berikan kepadanya.” Mereka menyambut kedatangannya dari luar kota sejauh dua atau tiga marhalah (100 km), sampai-sampai Muhammad bin Yahya Az Zihli (guru Imam Bukhari) berkata : “Barang siapa hendak menyambut kedatangan Muhammad bin Ismail besok pagi, lakukanlah, sebab aku sendiri akan ikut menyambutnya.”
Penelitian Hadits
Untuk mengumpulkan dan menyeleksi hadits shahih, Bukhari menghabiskan waktu selama 16 tahun untuk mengunjungi berbagai kota guna menemui para perawi hadits, mengumpulkan dan menyeleksi haditsnya. Diantara kota-kota yang disinggahinya antara lain Bashrah, Mesir, Hijaz (Mekkah, Madinah), Kufah, Baghdad sampai ke Asia Barat. Di Baghdad, Bukhari sering bertemu dan berdiskusi dengan ulama besar Imam Ahmad bin Hanbali. Dari sejumlah kota-kota itu, ia bertemu dengan 80.000 perawi. Dari merekalah beliau mengumpulkan dan menghafal satu juta hadits.
Namun tidak semua hadits yang ia hapal kemudian diriwayatkan, melainkan terlebih dahulu diseleksi dengan seleksi yang sangat ketat, diantaranya apakah sanad (riwayat) dari hadits tersebut bersambung dan apakah perawi (periwayat / pembawa) hadits itu terpercaya dan tsiqqah (kuat). Menurut Ibnu Hajar Al Asqalani, akhirnya Bukhari menuliskan sebanyak 9082 hadis dalam karya monumentalnya Al Jami’ as-Shahih yang dikenal sebagai Shahih Bukhari.
Dalam meneliti dan menyeleksi hadits dan diskusi dengan para perawi tersebut, Imam Bukhari sangat sopan. Kritik-kritik yang ia lontarkan kepada para perawi juga cukup halus namun tajam. Kepada para perawi yang sudah jelas kebohongannya ia berkata, “perlu dipertimbangkan, para ulama meninggalkannya atau para ulama berdiam dari hal itu” sementara kepada para perawi yang haditsnya tidak jelas ia menyatakan “Haditsnya diingkari”. Bahkan banyak meninggalkan perawi yang diragukan kejujurannya. Beliau berkata “Saya meninggalkan 10.000 hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang perlu dipertimbangkan dan meninggalkan hadits-hadits dengan jumlah yang sama atau lebih, yang diriwayatan oleh perawi yang dalam pandanganku perlu dipertimbangkan”.
Banyak para ulama atau perawi yang ditemui sehingga Bukhari banyak mencatat jati diri dan sikap mereka secara teliti dan akurat. Untuk mendapatkan keterangan yang lengkap mengenai sebuah hadits, mencek keakuratan sebuah hadits ia berkali-kali mendatangi ulama atau perawi meskipun berada di kota-kota atau negeri yang jauh seperti Baghdad, Kufah, Mesir, Syam, Hijaz seperti yang dikatakan beliau “Saya telah mengunjungi Syam, Mesir dan Jazirah masing-masing dua kali, ke Basrah empat kali menetap di Hijaz selama enam tahun dan tidak dapat dihitung berapa kali saya mengunjungi Kufah dan Baghdad untuk menemui ulama-ulama ahli hadits.”
Disela-sela kesibukannya sebagai sebagai ulama, pakar hadits, ia juga dikenal sebagai ulama dan ahli fiqih, bahkan tidak lupa dengan kegiatan kegiatan olahraga dan rekreatif seperti belajar memanah sampai mahir, bahkan menurut suatu riwayat, Imam Bukhari tidak pernah luput memanah kecuali dua kali.
Metode Imam Bukhari dalam Menulis Kitab Hadits
Sebagai intelektual muslim yang berdisiplin tinggi, Imam Bukhari dikenal sebagai pengarang kitab yang produktif. Karya-karyanya tidak hanya dalam disiplin ilmu hadits, tapi juga ilmu-ilmu lain, seperti tafsir, fikih, dan tarikh. Fatwa-fatwanya selalu menjadi pegangan umat sehingga ia menduduki derajat sebagai mujtahid mustaqil (ulama yang ijtihadnya independen), tidak terikat pada mazhab tertentu, sehingga mempunyai otoritas tersendiri dalam berpendapat dalam hal hukum.
Pendapat-pendapatnya terkadang sejalan dengan Imam Abu Hanifah (Imam Hanafi, pendiri mazhab Hanafi), tetapi terkadang bisa berbeda dengan beliau. Sebagai pemikir bebas yang menguasai ribuan hadits shahih, suatu saat beliau bisa sejalan dengan Ibnu Abbas, Atha ataupun Mujahid dan bisa juga berbeda pendapat dengan mereka.
Diantara puluhan kitabnya, yang paling masyhur ialah kumpulan hadits shahih yang berjudul Al-Jami’ as-Shahih, yang belakangan lebih populer dengan sebutan Shahih Bukhari. Ada kisah unik tentang penyusunan kitab ini. Suatu malam Imam Bukhari bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad saw., seolah-olah Nabi Muhammad saw. berdiri dihadapannya. Imam Bukhari lalu menanyakan makna mimpi itu kepada ahli mimpi. Jawabannya adalah beliau (Imam Bukhari) akan menghancurkan dan mengikis habis kebohongan yang disertakan orang dalam sejumlah hadits Rasulullah saw. Mimpi inilah, antara lain yang mendorong beliau untuk menulis kitab “Al-Jami ‘as-Shahih”.
Dalam menyusun kitab tersebut, Imam Bukhari sangat berhati-hati. Menurut Al-Firbari, salah seorang muridnya, ia mendengar Imam Bukhari berkata. “Saya susun kitab Al-Jami’ as-Shahih ini di Masjidil Haram, Mekkah dan saya tidak mencantumkan sebuah hadits pun kecuali sesudah shalat istikharah dua rakaat memohon pertolongan kepada Allah, dan sesudah meyakini betul bahwa hadits itu benar-benar shahih”. Di Masjidil Haram-lah ia menyusun dasar pemikiran dan bab-babnya secara sistematis.
Setelah itu ia menulis mukaddimah dan pokok pokok bahasannya di Rawdah Al-Jannah, sebuah tempat antara makam Rasulullah dan mimbar di Masjid Nabawi di Madinah. Barulah setelah itu ia mengumpulkan sejumlah hadits dan menempatkannya dalam bab-bab yang sesuai. Proses penyusunan kitab ini dilakukan di dua kota suci tersebut dengan cermat dan tekun selama 16 tahun. Ia menggunakan kaidah penelitian secara ilmiah dan cukup modern sehingga hadits haditsnya dapat dipertanggung-jawabkan.
Dengan bersungguh-sungguh ia meneliti dan menyelidiki kredibilitas para perawi sehingga benar-benar memperoleh kepastian akan keshahihan hadits yang diriwayatkan. Ia juga selalu membandingkan hadits satu dengan yang lainnya, memilih dan menyaring, mana yang menurut pertimbangannya secara nalar paling shahih. Dengan demikian, kitab hadits susunan Imam Bukhari benar-benar menjadi batu uji dan penyaring bagi sejumlah hadits lainnya. “Saya tidak memuat sebuah hadits pun dalam kitab ini kecuali hadits-hadits shahih”, katanya suatu saat.
Di belakang hari, para ulama hadits menyatakan, dalam menyusun kitab Al-Jami’ as-Shahih, Imam Bukhari selalu berpegang teguh pada tingkat keshahihan paling tinggi dan tidak akan turun dari tingkat tersebut, kecuali terhadap beberapa hadits yang bukan merupakan materi pokok dari sebuah bab.
Menurut Ibnu Shalah, dalam kitab Muqaddimah, kitab Shahih Bukhari itu memuat 7275 hadits. Selain itu ada hadits-hadits yang dimuat secara berulang, dan ada 4000 hadits yang dimuat secara utuh tanpa pengulangan. Penghitungan itu juga dilakukan oleh Syekh Muhyiddin An Nawawi dalam kitab At-Taqrib. Dalam hal itu, Ibnu Hajar Al-Atsqalani dalam kata pendahuluannya untuk kitab Fathul Bari (yakni syarah atau penjelasan atas kitab Shahih Bukhari) menulis, semua hadits shahih yang dimuat dalam Shahih Bukhari (setelah dikurangi dengan hadits yang dimuat secara berulang) sebanyak 2.602 buah. Sedangkan hadits yang mu’allaq (ada kaitan satu dengan yang lain, bersambung) namun marfu (diragukan) ada 159 buah. Adapun jumlah semua hadits shahih termasuk yang dimuat berulang sebanyak 7397 buah. Perhitungan berbeda diantara para ahli hadits tersebut dalam mengomentari kitab Shahih Bukhari semata-mata karena perbedaan pandangan mereka dalam ilmu hadits.
Terjadinya Fitnah
Muhammad bin Yahya Az-Zihli berpesan kepada para penduduk agar menghadiri dan mengikuti pengajian yang diberikannya. Ia berkata: “Pergilah kalian kepada orang alim dan saleh itu, ikuti dan dengarkan pengajiannya.” Namun tak lama kemudian ia mendapat fitnah dari orang-orang yang dengki. Mereka menuduh sang Imam sebagai orang yang berpendapat bahwa “Al-Qur’an adalah makhluk”.
Hal inilah yang menimbulkan kebencian dan kemarahan gurunya, Az-Zihli kepadanya. Kata Az-Zihli : “Barang siapa berpendapat bahwa lafadz-lafadz Al-Qur’an adalah makhluk, maka ia adalah ahli bid’ah. Ia tidak boleh diajak bicara dan majelisnya tidak boleh didatangi. Dan barang siapa masih mengunjungi majelisnya, curigailah dia.” Setelah adanya ultimatum tersebut, orang-orang mulai menjauhinya.
Sebenarnya, Imam Bukhari terlepas dari fitnah yang dituduhkan kepadanya itu. Diceritakan, seseorang berdiri dan mengajukan pertanyaan kepadanya: “Bagaimana pendapat Anda tentang lafadz-lafadz Al-Qur’an, makhluk ataukah bukan?” Bukhari berpaling dari orang itu dan tidak mau menjawab kendati pertanyaan itu diajukan sampai tiga kali.
Tetapi orang itu terus mendesak. Ia pun menjawab: “Al-Qur’an adalah kalam Allah, bukan makhluk, sedangkan perbuatan manusia adalah makhluk dan fitnah merupakan bid’ah.” Pendapat yang dikemukakan Imam Bukhari ini, yakni dengan membedakan antara yang dibaca dengan bacaan, adalah pendapat yang menjadi pegangan para ulama ahli tahqiq (pengambil kebijakan) dan ulama salaf. Tetapi dengki dan iri adalah buta dan tuli. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Bukhari pernah berkata : “Iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan bisa berkurang. Al-Quran adalah kalam Allah, bukan makhluk. Sahabat Rasulullah SAW, yang paling utama adalah Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali. Dengan berpegang pada keimanan inilah aku hidup, aku mati dan dibangkitkan di akhirat kelak, insya Allah.” Di lain kesempatan, ia berkata: “Barang siapa menuduhku berpendapat bahwa lafadz-lafadz Al-Qur’an adalah makhluk, ia adalah pendusta.”
Wafatnya Imam Bukhari
Suatu ketika penduduk Samarkand mengirim surat kepada Imam Bukhari. Isinya, meminta dirinya agar menetap di negeri itu (Samarkand). Ia pun pergi memenuhi permohonan mereka. Ketika perjalanannya sampai di Khartand, sebuah desa kecil terletak dua farsakh (sekitar 10 Km) sebelum Samarkand, ia singgah terlebih dahulu untuk mengunjungi beberapa familinya. Namun disana beliau jatuh sakit selama beberapa hari. Dan Akhirnya meninggal pada tanggal 31 Agustus 870 M (256 H) pada malam Idul Fitri dalam usia 62 tahun kurang 13 hari. Beliau dimakamkan selepas Shalat Dzuhur pada Hari Raya Idul Fitri. Sebelum meninggal dunia, ia berpesan bahwa jika meninggal nanti jenazahnya agar dikafani tiga helai kain, tanpa baju dalam dan tidak memakai sorban. Pesan itu dilaksanakan dengan baik oleh masyarakat setempat. Beliau meninggal tanpa meninggalkan seorang anakpun.

Saturday, May 19, 2012

AIR TANGAN ORANG YANG TINGGAL SOLAT




Air Tangan Orang Yang Tak Solat

Semua orang tahu bahawa kalau meninggalkan solat adalah dosa besar dan malahan lebih hina daripada khinzir. Betapa hinanya kita kalau meninggalkan solat seperti yang dikisahkan pada zaman Nabi Musa as. Begini kisahnya, pada zaman Nabi Musa, ada seorang lelaki yang sudah berumahtangga, dia tiada zuriat, lalu terdetik dalam hati dia (nazar), “kalau aku dapat anak, aku akan minum air kencing anjing hitam.” Nakdijadikan cerita, Allah pun kurniakan isteri si lelaki tadi pun hamil dan melahirkan anak. Apabila dah dapat anak, lelaki ni pun runsinglah. 

Dia dah nazar nak kena minum air kencing anjing hitam. Syariat pada zaman Nabi Musa berbeza dengan syariat yang turun untuk umat Nabi Muhammad. Kalau umat Nabi Muhammad, nazar benda yang haram, maka tak payah buat tapi kena denda (dam) atau sedekah. Tapi kalau zaman Nabi Musa, barangsiapa bernazar, walaupun haram tetap kena laksanakan nazar tu.

Lalu, si lelaki yang baru mendapat anak, dengan susah hatinya pergilah bertemu dengan Nabi Allah Musa dan menceritakan segala yang terjadi ke atas dirinya. Lalu, Nabi Musa menjawab bahawa lelaki tu tak perlu minum air kencing anjing hitam tetapi akan minum air yang lebih hina dari air kencing anjing hitam. Nabi Musa perintahkan lelaki tersebut untuk pergi menadah air yang jatuh dari bumbung rumah orang yang meninggalkan solat dan minum air tu Lelaki itu pun senang hati, menjalankan apa yang diperintahkan oleh Nabi Musa tadi. Lihatlah, betapa hinanya orang yang meninggalkan solat, sampai dikatakan air yang jatuh dari bumbung rumahnya, lebih hina dari air kencing anjing hitam. Itu baru air bumbung rumah, belum air tangan lagi. Menyentuh bab air tangan, selalu kita suka makan masakan ibu; isteri kita. Jadi, kepada muslimat sekalian, peliharalah solat kerana kalau meninggalkan solat (kalau tak uzur), air tangan akan menitik ke dalam basuhan makanan; nasi, dsb.

Anak-anak, suami pula yang akan makan makanan yang dimasak. Takkan nak biarkan suami dan anak-anak gelap hati minum air tangan orang tinggalkan solat. Tak gamak kan? *Tapi lain pula halnya dengan kita ni. Pagi petang, mamak! Teh tarik satu, roti canai satu. Ada pulak segelintir tukang masak yang tak solat. Kita pun makan bekas air tangan dia. Gelaplah hati kita, sebab tu liat nak buat kerja-kerja yang baik. **Beware apa yang kita makan. Betapa beratnya amalan solat ni hatta Allah syariatkan solat kepada Nabi Muhammad melalui Isra’ Mikraj sedangkan kewajipan-kewajipan lain memadai diutus melalui Jibril as.

Ketika saat Rasulullah nazak, sempat baginda berpesan kepada Saidina Ali (dan untuk umat Islam), “As-solah as Solah wa amalakat aimanukum”. Maknanya, “Solat, solat jangan sekali kamu abaikan dan peliharalah orang-orang yang lemah di bawah tanggunganmu” Jadi, sama-samalah kita pelihara solat dari segi zahir & batinnya kerana amalan solatlah amalan yang mula-mula akan ditimbang di neraca Mizan kelak. Hidup bukan untuk makan, tetapi makan untuk hidup. Jika makan dengan niat ibadah akan mendapat pahala. “Demi MASA! 


Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian, kecuali (1) orang-orang yang beriman, (2) dan yang beramal soleh (3) dan yang berpesan2 pada kebenaran (4) dan yang berpesan2 pada kesabaran”. ~Surah Al-’Asr

Thursday, May 17, 2012

~~IMAM CINTAKU~~



Carilah Lelaki yang Mampu Jadi Imam

“Abang..hari tu ingat period dah habis. Ayang dah mandi, dah solat. Tapi hari ni keluar balik..kira period balik ke bang? ”
” Maybe kot. Try search kat google..”
” Dah tapi macam tak paham sangatla bang. Erm, Kak Erma cakap dekat masjid belah pagi ada kuliah muslimat, ada ustazah ajar masalah-masalah macam ni..”
“Buat apa..cari je kat youtube. Banyak kuliah-kuliah dalam tu. Lagipun abang sibuk, mana sempat nak hantar nak ambik kat masjid..”
Dan si isteri terus terdiam. 3 tahun perkahwinan, isu yang sama berulang, si suami pula terus menerus memberi alasan.

*****************
Asal kepada seorang wanita adalah pengikut. Ertinya, dia berhajat kepada pemimpin dan pembimbing.
Asal kepada seorang lelaki pula adalah ketua. Ertinya dia merupakan seorang pemimpin dan pembimbing.
Sebab itu dianalogikan suami sebagai imam.
Apa peranan imam dalam solat?
Guide makmum, kan? Apabila selesai dibaca Al-Fatihah, makmum mengaminkan bacaan tersebut. Apabila imam rukuk, makmum ikut rukuk. Apabila imam sujud, makmum ikut sujud.
Bagaimana pula jika imam tersalah rakaat? Atau terlupa dalam bacaan surah?
Makmum menegur. Lelaki bertasbih, perempuan bertepuk. Ada tatacara dan tertibnya.
Analogi ini suatu yang besar jika benar-benar diaplikasikan dalam hidup.
Dalam solat, ada imam dan ada makmum dengan segala tatatertibnya.
Di luar solat, ada ketua dan ada pengikut dengan segala undang-undang dan aturannya.
Begitulah indahnya Islam. Ia datang untuk menjernihkan hidup manusia dan memastikan manusia hidup dalam aturannya yang benar, betul dan tepat.

PERKAHWINAN

Ia bukan perjanjian sehari dua atau sebulan dua. Bukan juga sampai tua.
Ia perjanjian sampai mati.
Justeru, sebelum berkahwin, mesti fahami peranan masing-masing dalam perjalanan panjang tersebut.
Suami terutamanya. Jangan seronok sahaja kerana digelar ketua. Tetapi tidak pula bersedia bersungguh-sungguh untuk menjadi seorang ketua.
Ada tanggungjawab yang besar Allah bebankan seusai lafaz akad nikahmu.
Jangan hanya seronok tersengih-sengih dan bergambar mesra ( kemudian ditayang sehabis bangga di alam maya ) tetapi bab bersuci pun entah ke mana. Haid dan nifas dianggap sebagai ‘bab orang perempuan’ yang tidak perlu diketahui oleh lelaki.
Sebab itu tidak pelik, ada suami menengking isteri bila disoal tentang itu.
” Awak kan perempuan? Hidup dah bertahun-tahun takkan awak tak pandai-pandai lagi bab tu?! ”
Suami yang bertanggungjawab tidak akan mengungkapkan kata-kata seperti itu. Hakikatnya, ia adalah ungkapan alasan bagi suami yang mahu lari dari tanggungjawab.
Bukankah mengajar isteri fardhu ain itu suatu perkara wajib bagi suami?
Bukankah kalau isteri jahil tentang bab-bab haid, nifas, istihadhah dan sebagainya maka suami yang akan menanggung dosanya?
Bukankah menjadi kewajipan bagi seorang suami menghantar isterinya ke kelas agama jika dia tidak mampu mengajar perkara-perkara tersebut?


MENCARI SEORANG IMAM

Tak kacak tak apa, sebab lelaki memimpin bukan dengan kekacakan.
Tak kaya tak apa, sebab kekayaan bukan asbab hebatnya kepimpinan.
Ada lelaki rupanya tidak kacak, kulitnya gelap tetapi penampilannya kemas dan kefahaman agamanya cukup baik.
Namun ada ramai juga lelaki yang kacak, tetapi rambutnya panjang tidak terurus, pakaiannya selekeh dan tidak langsung menggambarkan ciri-ciri seorang pemuda Islam. Kefahaman agama dianggap perkara remeh.
Saya sebutkan ini kerana saya kira, memilih seorang imam tidak mudah.
Mungkin ramai wanita akan bertanya, bagaimana mahu memastikan dia seorang imam yang baik?
Ada yang merasakan lelaki kaki masjid itu terbaik sebagai imam.
Ada yang merasakan lelaki pandai bertazkirah agama itu terbaik sebagai imam.

Ada juga yang merasakan lelaki ‘berpengajian agama’ itu paling baik sebagai imam.
Saya geleng kepala.
Sungguh. Ia susah kerana sebagai manusia, kita hanya penilai zahiriah sedangkan batiniahnya, hanya Allah yang tahu.
Pun begitu, saya suka mencadangkan.
Sebagai wanita, anda diberi satu tempoh yang istimewa sebelum anda sah bergelar isteri kepada seorang lelaki. Tempoh itu dinamakan tempoh ‘suai-kenal’ atau istilah rasminya , bertunang.
Ramai orang tidak menggunakan tempoh ini sebaik mungkin. Ada yang belum apa-apa, sudah meletakkan ‘sepenuh ketaatan’ kepada si tunang. Ada yang melayan borak siang malam sampailah kepada bertemu di taman dan tengok wayang.
Jangan tiru tabiat-tabiat seperti itu. Bukan sahaja agama mengatakan ia sebagai tidak baik, bahkan akal juga mengatakan demikian.

MANFAATKAN TEMPOH BERTUNANG

Itulah satu-satunya tempoh terbaik untuk anda menguji sejauh mana si lelaki mampu menjadi imam kepada anda nanti.
Menguji itu tidak salah. Gunalah pelbagai method yang ada. Jangan mengintip dia di bilik tidur sudah.
Antara method yang mungkin anda boleh gunakan adalah, method perbincangan.
Jangan lupa, waktu berbincang itu, antara anda dan dia bukan suami isteri. Justeru, tidak ada ‘kewajipan’ sebagai isteri yang perlu anda tunaikan di ketika itu. Demand anda masih tinggi. Anda masih boleh mengatakan ‘tidak’ kepada dia jika tidak kena caranya.
Method berbincang, jika kena caranya, boleh memberi gambaran yang baik adakah si lelaki sudah menepati ciri-ciri seorang imam ataupun tidak.
Malangnya, method perbincangan ini tidak banyak digunakan dengan betul. Antara sebab utamanya adalah, sudah jatuh hati dan berpendapat, tiada jalan untuk berpatah balik melainkan meneruskan perkahwinan, biarpun tersingkap seribu kekurangan.
Tanpa sedar, ia mencacatkan hikmah sebuah pertunangan.

ASALKAN DIA BAIK ?

Biarlah dia tidak pandai agama pun, asalkan dia baik. Dia sayang saya, prihatin dan saya yakin dia mampu membahagiakan saya.
Alhamdulillah, anda telah menemui seorang lelaki yang baik.
Tetapi kita di sini tidaklah bercakap perihal baik atau tidak.
Sama juga dengan soalan skeptik : habis, orang tutup aurat semua baiklah?
Ustaz Azhar Idrus jawab : belum tentu, tapi orang yang baik mestilah akan menutup aurat.
Ini pun serupa. Bukanlah lelaki yang meremehkan soal agama itu tidak baik, tetapi seorang lelaki yang baik pastilah tidak akan meremehkan soal agama.
Dia pastilah seorang lelaki yang benar-benar mempunyai ciri-ciri seorang imam.
Nah, carilah lelaki jenis itu sebagai suami. Lelaki yang mampu menjadi imam, dalam dan luar solatmu.
Lelaki yang bertegas denganmu dalam hal-hal agama, dan berlembut denganmu dalam hal-hal dunia.
Bukankah dirimu mahukan perkahwinan itu sampai ke syurga? Bagaimana mungkin seorang lelaki yang tidak tahu jalan ke syurga boleh membimbingmu untuk sampai ke sana?
Buatlah pilihan dengan bijak.
Carilah untuk dirimu seorang IMAM, bukan semata-mata seorang jejaka.

“CARILAH”
LELAKI yang MAMPU menjadi IMAM untuk KAMU,
Yang MENITISKAN AIR MATANYA apabila MELIHAT
KESAKITAN KAMU KETIKA MELAHIRKAN ZURIATNYA ,
Dan LELAKI yang MEMBANGUNKAN KAMU untuk BERIBADAT
BERSAMA – SAMA DI SEPERTIGA MALAM .
JIKA PENCARIAN ITU TELAH KAMU TEMUI , JANGAN LUPA
BERSYUKUR KEPADA-NYA . jadilah, PERMAISURI HATINYA , PENEMAN DIKALA SUKA dan DUKA, PENGUBAT RINDU dan LARA

Tuesday, May 15, 2012

~~SELAMAT HARI GURU~~



Rasulullah saw bersabda, “Apabila anak Adam (manusia) meninggal dunia maka putuslah amalnya kecuali tiga perkara, iaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang mendoakan untuknya.” (HR. Muslim)

Daripada Abu Umamah al-Bahili, Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah, Malaikat dan Ahli (penduduk) langit dan bumi; hingga semut di dalam lubang dan juga ikan paus (meliputi seluruh haiwan di darat dan di laut) mendoakan kebaikan atas orang yang mengajar perkara yang baik kepada manusia. (HR al-Tarmizi, 300 hadis bimbingan oleh ustaz Zahazan Mohamad)

Ya Allah, berkatilah usaha dan kehidupan guru-guru kami.

Monday, May 14, 2012

NAKBAH




60 tahun yang lalu, lebih daripada 700,000 rakyat Palestin kehilangan tempat tinggal, harta benda, ladang, perniagaan, serta pekan dan bandar yang mereka diami. Militia Yahudi berusaha untuk mewujudkan sebuah negara dengan majoriti Yahudi di Palestin, tentera Israel telah menghalau rakyat palestin keluar dari tanah mereka. Israel pula dengan pesat memindahkan orang yahudi masuk ke dalam rumah Palestin yang baru dikosongkan. Nakba bermaksud "malapetaka" dalam bahasa Arab. Palestin merujuk Nakba “malapetaka”, sebagai kemusnahan masyarakat mereka dan sebagai rampasan tanah air mereka.

Sepuluh Fakta tentang Nakba

1. Nakba adalah punca masalah Israel / Palestin.

Nakba ditanda pada 15 Mei, hari selepas Israel mengisytiharkan kemerdekaan mereka pada tahun 1948 ke atas tanah haram palestin.

2. Peristiwa traumatic ini mewujudkan krisis pelarian Palestin.

Dua pertiga daripada penduduk Palestin telah dibuang negeri menjelang akhir tahun 1948. Adalah dianggarkan bahawa lebih daripada 50% telah dihalau keluar di bawah serangan ketenteraan secara langsung. Selebihnya melarikan diri kerana penyebaran berita bahawa pembunuhan beramai-ramai yang dilakukan oleh militia Yahudi di kampung-kampung Palestin seperti Deir Yassin dan Tantura.

3. Pemimpin Yahudi melihat "pemindahan" sebagai satu langkah penting dalam penubuhan Israel.

Pemimpin Yahudi bercakap secara terbuka bahawa keperluan menggunakan pertempuran tentera untuk mengusir seberapa ramai rakyat Palestin yang boleh sebelum negara-negara Arab yang lain datang untuk menyerang.

‘The Haganah militia’s Plan Dalet’ adalah pelan tindakan yang dikuatkuasakan Israel untuk pembersihan etnik ini. Perdana Menteri Israel yang pertama, David Ben Gurion, berkata "Kita mesti menggunakan keganasan, pembunuhan, ancaman, rampasan tanah, dan memotong semua perkhidmatan sosial untuk menghapuskan penduduk Arab di Galilee (Galilee adalah sebuah tasik yang dipanggil sebagai Laut Galilee)."

4. Ratusan kampung dan bandar Palestin telah musnah.

Tentera Yahudi telah mengosongkan lebih daripada 450 bandar-bandar dan kampung-kampung di Palestin. Sebahagian besar telah dirobohkan.

5. Harta dan barang milik rakyat Palestin diambil sesuka hati.

Kerajaan baru yang ditubuhkan Israel telah merampas tanah pelarian dan harta benda milik rakyat palestin tanpa keinginan untuk memberi peluang kepada rakyat palestin untuk kembali ke rumah masing-masing.

Sejarawan Israel, Tom Segev, melaporkan bahawa: “Entire cities and hundreds of villages left empty were repopulated with new [Jewish] immigrants… Free people – Arabs – had gone into exile and become destitute refugees; destitute refugees – Jews – took the exiles’ places in the first step in their lives as free people. One group [Palestinians] lost all they had while the other [Jews] found everything they needed – tables, chairs, closets, pots, pans, plates, sometimes clothes, family albums, books radios, pets…. “

6. Sebahagian rakyat palestin masih kekal atau tinggal di dalam apa yang dikenali sebagai Israel.

Sementara kebanyakan rakyat Palestin dihalau keluar, ada yang masih kekal di dalam Israel. Walaupun mereka (rakyat palestin) adalah rakyat negeri baru, mereka tertakluk kepada peraturan tentera Israel sehingga 1966.

Hari ini, penduduk Palestin di Israel terdiri daripada hampir 20 peratus daripada keseluruhan penduduk Israel. Mereka mempunyai hak untuk mengundi dan bertanding untuk mendapat jawatan.
Tetapi, lebih daripada 20 undang-undang keistimewaan diwujudkan untuk dinikmati oleh orang yahudi melebihi keatas orang bukan yahudi. Juga, hampir satu perempat rakyat Palestin yang menetap di dalam Israel telahpun "dipindahkan", dan mereka tidak dapat lagi untuk kembali ke rumah dan tanah mereka yang telah diambil Israel.

7. Kini, terdapat berjuta pelarian Palestin yang tersebar di seluruh dunia.

Hari ini, terdapat 4.4 juta pelarian Palestin yang berdaftar dengan Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB), dan dianggarkan masih ada sekurang-kurangnya 1 juta lagi yang masih belum didaftarkan.

8. Pelarian mempunyai hak yang diiktiraf di peringkat antarabangsa.

Semua pelarian mempunyai hak-hak yang diiktiraf di peringkat antarabangsa untuk kembali ke kawasan yang telah mereka larikan diri ataupun dipaksa keluar, untuk menerima pampasan bagi kerosakan yang telah berlaku, dan sama ada untuk mendapatkan kembali harta benda mereka ataupun menerima pampasan dan sokongan untuk penempatan semula secara sukarela. Hak ini telah jelas diakui dalam perjanjian damai terkini di Kemboja, Rwanda, Croatia, Bosnia-Herzegovina, Guatemala, Ireland Utara, Kosovo, Sierra Leone, Burundi, dan Darfur. Hak ini walaupun telah diperakui untuk rakyat Palestin oleh Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu dalam Resolusi 194 tahun 1948, Israel, bagaimanapun, masih tidak membenarkan pelarian Palestin untuk kembali, tetapi seorang Yahudi dari mana-mana tempat di dunia boleh menetap dan tinggal di Israel dengan sewenangnya.

9. Keadilan dalam menyelesaikan hak pelarian adalah penting untuk keamanan di Timur Tengah.

Majoriti besar rakyat Palestin percaya bahawa hak sebagai pelarian perlu dipenuhi bagi mengekalkan keamanan antara Palestin dan Israel. Mengikut tinjauan pada bulan Ogos 2007 oleh Jurusalem Media and Communications Center, hampir 70 peratus yakin bahawa pelarian perlu dibenarkan kembali kepada "tanah asal mereka".

10. Nakba mempunyai implikasi terhadap rakyat Amerika.

Israel berterusan menafikan hak rakyat Palestin melalui bantuan kewangan serta sokongan diplomatik tanpa syarat oleh Amerika Syarikat. Satu tinjauan telah dilakukan oleh Zogby di lapan buah negara Arab pada tahun 2002 menunjukkan bahawa "persepsi negatif terhadap Amerika Syarikat adalah disebabkan kerana dasar Amerika itu sendiri, dan bukan kerana tidak suka akan Barat." Tinjauan yang sama juga menunjukkan bahawa "isu Palestin telah disenaraikan oleh kebanyakan orang-orang Arab antara isu politik yang memberi kesan kepada diri mereka secara peribadi. “ Resolusi terhadap isu pelarian Palestin tidak syak lagi akan meningkatkan imej Amerika diperingkat antarabangsa, dengan membuktikan bahawa kerajaan AS menyokong segala usaha keganasan dan ketidakadilan dalam isu negara haram Israel terhadap Palestin.

Friday, May 11, 2012

KASIH IBU~~



Ibu, kau permata hatiku
Kaulah yang selalu menemani diriku,
Tatkala gembira dan sedih mahupun suka duka,
Kaulah pengubat jiwa yang lara ini,
Ku selalu mendoakanmu ibu agar diberi rahmat Tuhan yang Esa.
Ibarat cahaya lilin yang terang,
Bagaikan bulan dan bintang menerangi malan yang indah,
Kau selalu memberi ketengang dalam diriku,
Marah engkau membuatkan aku sedar akan salah silapku,
Agar aku tidak ulangi buat kedua kalinya.
Di rumah kau memasak, membasuh, mengemas juga mencantikkan suasana,
Terima kasih ibu aku ucapkan,
Lalai dan lupaku kau selalu ingatkan,
Umpama guru mencurahkan ilmunya yang sentiasa mekar di hati ini,
Nasihatmu akan ku abadikan tak akan kulupa.
Berwawasan semangat yang kugambarkan dalam dirimu,
Membuatkan aku bangga miliki ibu sepertimu,
Bekerja dan mengajar anak bangsa didikanmu juga kau berikan padaku,
Aku bersyukur miliki ibu sepertimu,
Mengajar erti dewasa manusia dalam segala kekurangan.
Tidak mampu kubalas jasamu ibu,
Hanya Allah yang mampu membalas keringatmu  masa lalu, kini dan akan datang,
Kusimpulkan kata buatmu ibu "Aku sayang ibu",
"Terima Kasih Ibu".
Harapan diriku ingin gembirakan dirimu,
Berjaya dalam apa yang kumahukan dengan doa tulus darimu,
Ibu, kaulah jantung hatiku,
Merasa dunia milik Tuhan ini dengan pelbagai dugaan dan cabaran,
Kau ingatkan, ingatkan dan teruskan ingatkan,
Jasamu ibu akan kusemat dalam lubuk hatiku yang dalam,
Agar aku menjadi insan yang tabah sepertimu,
"Terima Kasih Ibu."

video
u r number one for me~~

Article”I love islam”



Sunday, May 6, 2012

Siapa Wanita Cantik?




Siapa Wanita Cantik?
Wanita cantik ialah:

1.Melukis kekuatan melalui masalah
2.Tersenyum saat tertekan
3.Tertawa saat hati sedang menangis
4.Tabah di saat terhina
5.Mempersona kerana memaafkan
6.Mengasihi tanpa balasan
7.Bertambah kuat dalam doa & pengharapan Ilahi…

Ya Allah… Walaupun aku tidak cantik dimata manusia, cukuplah sekadar cantik dihadapan-MU

1)MELUKIS KEKUATAN MELALUI MASALAH.

seorang perempuan itu akan terserlah kekuatannya apabila kita melihat bagaimana dia menghadapi masalah yang datang padanya.sama ada dia lemah mahupun semakin tabah dengan dugaan yang datang padanya.insyaAllah bagi yang kuat dia berjaya memanfaatkan ujian Allah padanya untuk meningkatkan kekuatan dirinya.

2)TERSENYUM SAAT TERTEKAN

percaya atau tidak.kalau benar-benar seorang wanita itu mampu melalui masalah yang dihadapi nya kita orang sekeliling dia tidak mampu meneka apakah perasaan dia yang sebenar.kenapa?kerana terlalu dalam untuk kita memahami perasaan dia yang selalu tersenyum tidak kira sama ada dia ada masalah ataupun sebaliknya.alangkah indahnya kalau aku turut sedemikian rupa.

3)TERTAWA SAAT HATI SEDANG MENANGIS

bukan saja-saja dia tertawa saat hatinya terluka dan menangis.dia bersikap sedemikian kerana dia mahu menjadi seorang yang tabah dan tidak mahu menyusahkan orang sekelilingnya.tambahan pula dia yakin akan pertolongan YANG ESA akan datang kepadanya.dan dia tetap tertawa menutup segala gundah dan kelukaan yang ada kerana keyakinannya terhadap bantuan Allah tidak pernah surut.

4)TABAH DI SAAT TERHINA

setiap yang baik itu sentiasa diuji olehNYA dan salah satu daripadanya ialah penghinaan dari manusia.tapi bagi seorang wanita yang cantik pekertinya semua itu bukan lah halangan untuk dia meneruskan hidupnya malah dia akan berusaha untuk menjadi lebih tabah untuk meghadapi hari yang mendatang.ketabahan yang ada dalam diri dia menjadi perisai untuknya menangkis segala hinaan daripada manusia lain yang tidak pernah mengenal erti ketakutan akan azab YANG ESA.

5)MEMPERSONAKAN KERANA MEMAAFKAN

bukan mudah untuk kita memaafkan kesalahan orang lain terhadap diri kita.lebih-lebih lagi apabila melibatkan kesalahan yang melukakan hati hingga hancur musnah sesebuah kehidupan itu.namun bagi seorang wanita yang cantik itu,kemaafan itu sentiasa diberikan kepada yang pernah melukakan malah menyakitkan hatinya.kerana baginya mereka-meraka inilah yang memberi peluang padanya untuk menjadi lebih tabah.subhanallah.

6)MENGASIHI TANPA BALASAN

kasihnya terhadap suami dan keluarganya memang datang dari hatinya yang ikhlas bukanlah kerana mengharapkan sebarang pembalasan.kerana bagi wanita yang cantik seperti ini kasihnya untuk meraka ini bukannya kasih yang dibuat-buat tetapi kasih yang tulus.malah meraka inilah yang membuatkan dia kuat menahan segala tomahan dan ujian dari YANG ESA.dan kasih seorang wanita yang cantik ini amat sukar untuk kita cari dimana-mana melainkan kasih seorang isteri dan ibu yang solehah.

7)BERTAMBAH KUAT DALAM DOA DAN PENGHARAPAN ILLAHI


dia hanya berharap kepada YANG ESA.dan dia juga tidak pernah mengenal erti lelah dalam terus berdoa tidak kira siang dan malam untuk kehidupan orang yang dia sayang.wanita yang cantik tidak mementingkan diri sendiri kerana mereka lebih mementingkan kepentingan orang yang mereka sayang.suami dan keluarga mereka tidak pernah terlepas dari setiap doa-doa yang dipohon kepada YANG ESA.

Khas untuk dirimu…Dirimu yang sedap mataku memandang.Cantik itu subjektif!

Sunday, April 29, 2012

SAHABAT





hadis rasulullah!
“Sebaik baik sahabat di sisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap temannya dan sebaik baik jiran di sisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap jirannya.” (Hadis riwayat al-Hakim)

Dari Nu’man bin Basyir r.a., Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaan persaudaraan kaum muslimin dalam cinta dan kasih sayang di antara mereka adalah seumpama satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh sakit makamengakibatkan seluruh tubuh menjadi demam dan tidak bisa tidur.” (Hadis riwayat Muslim)

“Seorang Muslim adalah saudara muslim lainnya, ia tidak menzaliminya, merendahkannya, menyerahkan (kepada musuh) dan tidak menghinakannya.” (Hadis riwayat Muslim)

“Teman yang paling baik adalah apabila kamu melihat wajahnya, kamu teringat akan Allah, mendengar kata-katanya menambahkan ilmu agama, melihat gerak-gerinya teringat mati.” Banyak sekali hadis-hadis tentang kawan/sahabat ini. Ada pula pepatah Melayu mengatakan, “Berkawan biar seribu, berkasih biar satu.” Saya lebih selesa dengan berkawan biar berpada jumlahnya, lihat kualiti, bukan kuantiti. Dan berkasih jangan cuma satu saja, kalau mampu, biar ramai. Kasihkan Allah, Rasul-Nya, pasangan (suami/isteri), anak-anak, keluarga, kaum kerabat, jiran dan juga kawan atau sahabat. Baru betul! Tak gitu? Allah SWT mencipta makhluk di atas muka bumi ini berpasang-pasangan. Begitu juga manusia, tidak akan hidup bersendirian. Kita tidak boleh lari dari berkawan dan menjadi kawan kepada seseorang. Jika ada manusia yang tidak suka berkawan atau melarang orang lain daripada berkawan, dia dianggap ganjil dan tidak memenuhi ciri-ciri sebagai seorang manusia yang normal. Inilah antara hikmah, kenapa Allah SWT mencipta manusia daripada berbagai bangsa, warna kulit dan bahasa. Firman Allah SWT yang bermaksud, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal (dan beramah mesra antara satu sama lain). Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (surah al-Hujurat [049] ayat 13)

Dalam Islam, faktor memilih kawan amat dititik-beratkan. Hubungan persahabatan adalah hubungan yang sangat mulia, kerana kawan atau sahabat berperanan dalam membentuk personaliti individu. Ada kawan yang sanggup bersusah-payah dan berkongsi duka bersama kita, dan tidak kurang juga kawan yang nampak muka semasa senang dan hanya sanggup berkongsi kegembiraan sahaja.

Terdapat ayat yang mengisyaratkan mengenai peranan dan pengaruh kawan, antaranya firman-Nya yang bermaksud: “Wahai orang yang beriman! Bertakwalah dan hendaklah kamu bersama-sama orang yang bersifat benar.” (Surah at-Taubah, ayat 119)

Pendek kata sahabat boleh menentukan corak hidup kita. Justeru, jika salah pilih sahabat kita akan merana dan menerima padahnya. Selari dengan hadis Rasululah SAW yang bermaksud, “Seseorang itu adalah mengikut agama temannya, oleh itu hendaklah seseorang itu meneliti siapa yang menjadi temannya.”(Hadis riwayat Abu Daud).

Hadis al-Bukhari dari Abu Musa al-Asy’ari, bermaksud: “Diumpamakan rakan yang soleh dan rakan yang jahat ialah seperti (berkawan) dengan penjual minyak wangi dan tukang besi. Penjual minyak wangi tidak akan mensia-siakan anda, sama ada anda membelinya atau hanya mendapat bau harumannya. Tukang besi pula boleh menyebabkan rumah anda atau baju anda terbakar, atau mendapat bau busuk.”

Apakah ciri-ciri seorang sahabat yang baik? Nasihat yang boleh diikuti dalam membina persahabatan ialah sebagaimana pesanan al-Qamah (seorang sahabat Rasulullah SAW) kepada anaknya, “Wahai anakku, sekiranya engkau berasa perlu untuk bersahabat dengan seseorang, maka hendaklah engkau memilih orang yang sifatnya seperti berikut.”

1 – Pilihlah sahabat yang suka melindungi sahabatnya, dia adalah hiasan diri kita dan jika kita dalam kekurangan nafkah, dia suka mencukupi keperluan.

2 – Pilihlah seorang sahabat yang apabila engkau menghulurkan tangan untuk memberikan jasa baik atau bantuanmu, dia suka menerima dengan rasa terharu, jikalau ia melihat kebaikan yang ada pada dirimu, dia suka menghitung-hitungkan (menyebutnya).

3 – Pilihlah seorang sahabat yang apabila engkau menghulurkan tangan untuk memberikan jasa baik atau bantuanmu, ia suka menerima dengan rasa terharu dan dianggap sangat berguna, dan jika ia mengetahui mengenai keburukkan dirimu ia suka menutupinya.

4 – Pilihlah sahabat yang jikalau engkau meminta sesuatu daripadanya, pasti ia memberi, jikalau engkau diam, dia mula menyapamu dulu dan jika ada sesuatu kesukaran dan kesedihan yang menimpa dirimu, dia suka membantu dan meringankanmu serta menghiburkanmu.

5 – Pilihlah sahabat yang jikalau engkau berkata, ia suka membenarkan ucapan dan bukan selalu mempercayainya saja. Jikalau engkau mengemukakan sesuatu persoalan yang berat dia suka mengusahakannya dan jika engkau berselisih dengannya, dia suka mengalah untuk kepentinganmu.

Dalam memilih sahabat kita hendaklah memilih sahabat yang baik agar segala matlamat dan hasrat untuk memperjuangkan Islam dapat dilaksanakan bersama-sama sahabat yang mulia.

Sebagai remaja yang terlepas daripada pandangan ayah ibu berhati-hatilah jika memilih kawan. Kerana kawan, kita bahagia tetapi kawan juga boleh menjahanamkan kita. Setelah kita dewasa, kita juga perlu berhati-hati memilih kawan kerana kita tidak mahu kawan-kawan yang melalaikan kita terhadap Maha Pencipta. Kawan yang baik membantu kita ke arah pencapaian matlamat, iaitu kebahagiaan di dunia dan juga di akhirat. Kawan yang tidak baik hanya membantutkan usaha kita ke arah itu.

Dalam kitab al-Hikam ada menyebut, “Jangan berkawan dengan seseorang yang tidak membangkitkan semangat taat kepada Allah, amal kelakuannya dan tidak memimpin engkau ke jalan Allah.”

Dalam satu hadis yang bermaksud, “Seseorang akan mengikuti pendirian (kelakuan) temannya, kerana itu tiap orang harus memilih siapakah yang harus didekati sebagai kawan (teman).”

Sufyan Astsaury berkata, “Siapa yang bergaul dengan orang banyak harus mengikuti mereka, dan siapa mengikuti mereka harus bermuka-muka pada mereka, dan siapa yang bermuka-muka kepada mereka, maka binasalah seperti mereka pula.”

Hati-hatilah atau tinggalkan sahaja sahabat seperti di bawah:

1. Sahabat yang tamak: ia sangat tamak, ia hanya memberi sedikit dan meminta yang banyak, dan ia hanya mementingkan diri sendiri.

2. Sahabat yang hipokrit: ia menyatakan bersahabat berkenaan dengan hal-hal lampau, atau hal-hal mendatang; ia berusaha mendapatkan simpati dengan kata-kata kosong; dan jika ada kesempatan membantu, ia menyatakan tidak sanggup.

3. Sahabat pengampu: Dia setuju dengan semua yang kamu lakukan tidak kira betul atau salah, yang parahnya dia setuju dengan hal yang tidak berani untuk menjelaskan kebenaran, di hadapanmu ia memuji dirimu, dan di belakangmu ia merendahkan dirimu.

4. Sahabat pemboros dan suka hiburan: ia menjadi kawanmu jika engkau suka pesta, suka berkeliaran dan ‘melepak’ pada waktu yang tidak sepatutnya, suka ke tempat-tempat hiburan dan pertunjukan.

Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, “Sejahat-jahat teman ialah yang memaksa engkau bermuka-muka dan memaksa engkau meminta maaf atau selalu mencari alasan.”

Kemungkinan engkau berbuat kekeliruan (dosa), maka ditampakkan kepadamu segala kebaikan, oleh kerana persahabatanmu kepada orang yang jauh lebih rendah akhlak (iman) daripadamu.

Sebaik-baik sahabat

Dan sekiranya engkau berkawan seorang bodoh yang tidak menurutkan hawa nafsunya, lebih baik daripada berkawan dengan orang alim yang selalu menurutkan hawa nafsunya. Maka ilmu apakah yang dapat digelarkan bagi seorang alim yang selalu menurutkan hawa nafsunya itu, sebaliknya kebodohan apakah yang dapat disebutkan bagi seorang yang sudah dapat mengekang (menahan) hawa nafsunya.

Bagaimana akan dinamakan bodoh, seorang yang telah dapat menahan dan mengekang hawa nafsunya, sehingga membuktikan bahawa semua amal perbuatannya hanya semata-mata untuk keredhaan Allah SWT dan bersih dari dorongan hawa nafsu. Sebaliknya, apakah erti suatu ilmu yang tidak dapat menahan atau memimpin hawa nafsu dari sifat kebinatangan dan kejahatannya.

Dalam sebuah hadis ada keterangan : “Seorang itu akan mengikuti pendirian sahabat karibnya, kerana itu hendaknya seseorang itu memperhatikan, siapakah yang harus dijadikan kawan.”

Menurut ahli syair pula : “Sesiapa bergaul dengan orang-orang yang baik, akan hidup mulia. Dan yang bergaul dengan orang-orang rendah akhlaknya, pasti tidak mulia.”

Bersahabat dengan yang lebih rendah budi dan imannya sangat berbahaya, sebab persahabatan itu saling pengaruh-mempengaruhi, percaya-mempercayai sehingga dengan demikian sukar sekali untuk dapat melihat datu memperbaiki kesalahan sahabat yang kita sayangi, bahkan kesetiaan sahabat akan membela kita dalam kesalahan dosa kekeliruan itu, yang dengan itu kita pasti akan binasa kerananya. Hati-hatilah memilih kawan, kerana kawan boleh menjadi cermin peribadi seseorang. Apa pun berkawanlah kerana Allah SWT untuk mencari redha-Nya.


Renung-renungkan!